Optimalisasi
Penggunaan Literasi Digital Secara Tepat
Pada saat ini, masyarakat diberikan
kemudahan dengan melesatnya perkembangan teknologi di era digitalisasi.
Perkembangan teknologi digital mengakibatkan seluruh masyarakat tidak hanya
orang dewasa termasuk anak-anakpun melakukan segala aktivitasnya didominasi
secara online. Menurut Kemdikbudristek, hasil survey dari 270 juta sebanyak 202
atau sebanyak 73,9% penduduk Indonesia memanfaatkan teknologi digital, artinya
penduduk Indonesia telah melek internet dan telah memanfaatkan teknologi
digital untuk menunjang kegiatannya.
Teknologi Digital adalah suatu alat yang
tidak lagi menggunakan tenaga manusia secara manual, tetapi lebih pada sistem
pengoperasian otomatis dengan sistem komputerisasi atau format yang dapat
dibaca oleh komputer. Teknologi menjadi alat yang mampu membantu sebagian besar
kebutuhan manusia. Pada saat ini teknologi berkembang pesat, segala sesuatu
yang dikiranya mustahil di masa lalu, sekarang perlahan menjadi kenyataan yang
dapat kita gunakan. Dahulu masyarakat perlu mengirimkan surat melalui pos agar
dapat berkomunikasi, di era sekarang ini komunikasi bukanlah hal yang sulit,
kita dapat berkomunikasi kapan pun dan dimanapun. Teknologi digital akan terus
berkembang dan dipengaruhi oleh 3 hal yaitu transisi digital maksudnya adalah
pertumbuhan industri produk digital yang sangat pesat yang akan berimbas pada
pertumbuhan produk analog yang akan mengalami penurunan, kemudian yang kedua
Konvergensi jaringan maksudnya adalah pemenuhan kebutuhan manusia di dalam
lingkungan (gaya hidup), dan yang terakhir adalah Infrastruktur digital yaitu
sesuatu yang di pelajari sebagai bagian dari suatu produk. Peran penting
teknologi inilah yang membawa peradaban manusia memasuki era digital.
Teknologi modern telah menciptakan
berbagai peralatan dan media yang canggih seperti; games online, handphone,
televisi digital, video YouTube, dan lain sebagainya. Selain masalah tersebut,
perkembangan zaman ini juga menumbuhkan suatu permasalahan baru yaitu rendahnya
minat masyarakat terhadap literasi. Kebiasaan literasi yang tidak dikenalkan
pada anak sejak dini akan mengakibatkan kurangnya minat dalam literasi dan
rendahnya wawasan serta pengetahuan.
Teknologi digital ini akan terus
berkembang seiring berjalannya waktu serta dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu;
transisi digital (pertumbuhan berbagai industri produk digital yang semakin
pesat serta memberikan imbas pada penurunan produk analog); konvergensi
jaringan (pemenuhan kebutuhan manusia sesuai dengan gaya hidup lingkungannya);
dan infrastruktur digital (mempelajari sesuatu sebagai bagian dari peningkatan
suatu produk). Fenomena ini memberikan peringatan kepada masyarakat untuk dapat
mempelajari atau menguasai dan mengendalikan teknologi digital yang ada agar
dapat memiliki manfaat atau hal positif bagi diri sendiri dan orang lain.
Era digital telah membawa berbagai
perubahan yang baik sebagai dampak positif yang bisa gunakan sebaik-baiknya.
Era digital lahir dengan adanya digitalisasi, jaringan internet khusus nya
teknologi informasi internet. Media massa beralih ke media baru atau internet
karena ada pergeseran budaya dalam sebuah penyampaian informasi. Seperti
kemampuan teknologi digital yang memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi
secara mudah dan cepat. Teknologi digital akan terus berkembang maju, jadi
sudah sebaiknya kita menguasai dan mengendalikan teknologi digital ini agar
dapat memanfaatkanya dengan baik dan memberikan dampak yang positif bagi orang
lain. Banyak perubahan pada dunia dikarenakan era digital ini, manusia sudah di
mudahkan terhadap akses informasi dengan mudah dan bebas. Sehingga memungkinkan
juga untuk penyalahgunaan terhadap akses informasi tersebut.
Kemudahan manusia dalam melaksanakan
segala aktivitas baik itu dalam mendapatkan informasi, ataupun mengakses
berbagai sosial media dengan bebas menjadikan dunia memiliki perubahan,
sehingga penyalahgunaan terhadap informasi atau hoaks akibat miss communication
tersebut mungkin saja dapat terjadi. Banyaknya kejadian negatif tersebut akan
memberikan dampak negatif terhadap kepribadian dan mental seseorang yang
terlibat. Hal tersebut menjadi tuntutan masyarakat agar mampu berpikir lebih
kritis, kreatif, dan inovatif dalam menggunakan teknologi digital.
Karena perkembangan teknologi digital yang
sangat cepat pastinya mempunyai manfaat yang sangat berpengaruh dan berguna
bagi manusia. Berbagai bidang di kehidupan manusia sekarang sudah mulai
menerapkan berbagai perangkat teknologi digital untuk memudahkan pekerjaan dan
komunikasi. Manfaat dari teknologi digital yaitu dari bidang bisnis. Bagi
pebisnis yang hanya punya modal cukup-cukupan untuk menjalankan bisnisnya, kini
bisa dengan mudah mempromosikan bisnisnya melalui media sosial ataupun situs
internet. Kemudian bidang pendidikan, teknologi digital sangat berguna untuk
pendidikan karena bisa untuk mencari refrensi melalui internet ataupun
mempresentasikan materi dengan menggunakan proyektor.
Literasi digital terdiri atas dua suku
kata, yaitu literasi dan digital. Literasi atau literature dalam istilah latin,
letter dalam bahasa Inggris mendeskripsikan literasi sebagai dasar dari
pengetahuan manusia yang terus berkembang. Sedangkan kata digital sendiri
berasal dari kata digitus, yang dalam bahasa Yunani berarti jari jemari.
Menurut KBBI literasi digital adalah
kemampuan manusia untuk memahami informasi berbasis komputer. Sedangkan menurut
Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi
digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi
dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses
melalui piranti komputer. Dengan demikian, pengertian literasi digital dapat
disimpulkan bahwa aktifitas atau kemampuan manusia yang berkaitan dengan
kegiatan mengambil, mengolah, memahami serta menggunakan informasi dengan
instrumen teknologi informasi. Literasi digital saat ini menjadi salah satu hal
yang secara terus menerus diberikan arahan atau dorongan dari pemerintah agar
masyarakat terutama generasi Z atau kaum millenial terbiasa dalam menggunakan
sesuai dengan perkembangan zaman dibidang Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK).
Literasi digital,
atau kemampuan untuk menggunakan, menganalisis, dan bersikap kritis terhadap
digital, penting bagi generasi muda dalam era teknologi informasi ini. Generasi
muda saat ini terbiasa dengan berbagai platform media sosial, aplikasi, dan teknologi
baru, namun mereka perlu memiliki kemampuan untuk memahami dan menggunakan
media ini secara efektif dan bertanggung jawab.
Salah satu alasan
mengapa literasi digital penting adalah karena media digital memiliki pengaruh
yang besar terhadap generasi muda. Dalam era digital ini, hampir semua
informasi, berita, dan konten dapat diakses melalui internet. Namun, tidak
semua informasi yang tersebar di media digital adalah legitimate dan akurat.
Generasi muda perlu belajar untuk memilah mana informasi yang dapat dipercaya
dan mana yang harus diwaspadai agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh berita
hoaks, propaganda politik, atau konten yang tidak sehat.
Selain itu, melalui media digital, generasi muda juga
dapat berpartisipasi aktif dalam ruang publik digital. Mereka memiliki
kesempatan untuk berbagi opini dan pengalaman mereka dengan dunia, namun mereka
juga harus belajar untuk menggunakan media dengan menghormati hak-hak orang
lain dan menghindari bertindak secara impulsif atau merugikan diri mereka
sendiri. Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dan positif melalui media
digital juga merupakan bagian penting dari literasi digital.
Selain itu,
generasi muda juga perlu mempelajari tentang privasi dan keamanan dalam
menggunakan media digital. Mereka harus belajar untuk melindungi data pribadi
mereka, menghindari perundungan online, dan memahami risiko yang ada dalam
berbagi informasi pribadi mereka di media digital. Ini adalah keterampilan yang
penting untuk dikuasai dalam dunia digital yang semakin kompleks dan terhubung
ini.
Literasi digital
juga membantu generasi muda untuk memahami pengaruh media terhadap identitas
mereka. Melalui media digital, mereka dapat dibombardir dengan persepsi tentang
apa yang seharusnya mereka lakukan, bagaimana mereka seharusnya terlihat, dan
bagaimana mereka seharusnya bersikap. Mereka perlu memiliki pemahaman yang kuat
tentang nilai-nilai dan keyakinan mereka sendiri agar tidak terjebak dalam
paradoks sosial media dan tidak menerima secara pasif pandangan yang dipaksakan
oleh media digital.
Untuk mencapai
literasi media digital yang baik, generasi muda perlu mendapatkan pendidikan
formal dan informal tentang penggunaan yang bertanggung jawab dan beretika dari
media digital. Sekolah harus mengintegrasikan materi literasi media dalam
kurikulum mereka, memastikan siswa memiliki pemahaman tentang pentingnya kritis
memeriksa informasi sebelum mereka mempercayainya. Selain itu, orang tua dan
komunitas juga memiliki peran penting dalam memberikan pengawasan dan
mendampingi generasi muda dalam menggunakan media digital dengan bijak.
Pemanfaatan teknologi informasi hendaklah dibarengi
dengan kemampuan sumber daya manusia yang memadai, sehingga dapat terus
mengikuti perkembangan teknologi informasi. Dunia digital tidak hanya
menawarkan peluang dan manfaat yang positif, namun juga memberikan tantangan
terhadap segala bidang kehidupan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi
dalam kehidupan. Karena bila terlalu berlebihan dalam menggunakan teknologi ini
kita sendiri yang akan dirugikan, dan mungkin juga kita tak dapat
memaksimalkannya. Dalam bidang sosial budaya, era digital juga memiliki
pengaruh positif dan dampak negatif yang menjadikan tantangan untuk
memperbaikinya. Kemerosotan moral di kalangan masyarakat khususnya remaja dan
pelajar menjadi salah satu tantangan sosial budaya yang serius. Pola interaksi
antar orang berubah dengan kehadiran teknologi era digital seperti komputer
terutama pada masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas.
Pemanfaatan teknologi digital harus
disikapi dengan serius, menguasai, dan mengendalikan peran teknologi dengan
baik agar era digital membawa manfaat bagi kehidupan. Pendidikan harus menjadi
media utama untuk memahami, mengusai, dan memperlakukan teknologi dengan baik
dan benar. Anak-anak dan remaja harus diberikan pemahaman terhadap teknologi
digital, agar tidak terdampak sisi negatif dari teknologi digital. Begitu juga
dengan orang tua, agar dapat mengontrol sikap anak-anaknya terhadap teknologi
dan menggunakannya dengan baik dan benar. Namun disisi lain dunia anak sangat
memprihatinkan khususnya pada perubahan karakter dan mental. Akses terhadap
pornografi dan pornoaksi membuat anak mengalami perubahan mental yang
mengkhawatirkan khususnya pada pergaulannya yang mengarah
pada seks bebas.
Kondisi yang dihadapi saat ini menjadikan
masyarakat lebih sering menggunakan atau melaksanakan segala hal melalui
internet berupa media handphone, laptop, komputer, serta berbagai perangkat
digital lainnya. Tidak jarang pemerintah juga mengadakan suatu pelatihan atau
sosialisasi tentang pembiasaan dalam penggunaan literasi digital dengan harapan
para masyarakat dapat mulai memposisikan pribadinya bukan hanya bisa
menggunakan teknologi saja melainkan cerdas dan bijak dalam menggunakan dan
menyerap suatu informasi yang dapat dipercaya dan menghiraukan atau
mewaspadai informasi yang tidak jelas identitasnya.
Merosotnya nilai moral pada anak memang
menjadi keprihatinan serius pemerintah dan masyarakat, namun di era serba
digital sekarang dengan arus teknologi infomasi yang sulit dibendung menjadikan
persoalan tersebut tidak sederhana. Anak lebih tertarik pada handphone
(android-nya) dari pada permainan tradisional, dongeng, dan lagu-lagu anak yang
sarat dengan pendidikan. Bahkan iklan barang haram seperti miras dan nakotika
dikemas secara menarik bagi anak melalui internet dalam bentuk game online
menambah kompleksitas persoalan moralitas anak.
Kemudian dampak negatif teknologi digital
yang harus diantisapasi dan dicari solusinya untuk mengindari kerugian atau
bahaya adalah Ancaman pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) karena akses
data yang mudah dan menyebabkan orang plagiatis akan melakukan kecurangan.
Upaya yang dilakukan bisa berupa membangun budaya masyarakat untuk menghargai
hasil karya orang lain. Dengan adanya sikap menghargai dari masyarakat terhadap
hasil karya seseorang, masyarakat tidak akan melanggar hak cipta karena mereka sudah
memiliki kesadaran untuk menghargai hasil karya orang lain. Dengan cara tidak
mencopy, membajak, atau memperjual belikan karya tersebut secara ilegal. Dan
Dibuatnya undang-undang oleh pemerintah tentang hak cipta diharapkan dapat
mencegah pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual tersebut.
Masalah teknologi digital selanjutnya
adalah ancaman penyalahgunaan untuk melakukan tindak pidana seperti menerobos
sistem perbankan, dan lain-lain. Untuk mencegah adanya perusakan bagian dalam
sistem karena dimasuki oleh pemakai yang tidak diinginkan, maka pengamanan
sistem secara global dan terintegrasi sangat diperlukan untuk meminimalisir
kemungkinan perusakan tersebut. Membangun sebuah keamanan sistem harus
merupakan langkah-langkah yang terintegrasi pada keseluruhan subsistemnya,
untuk menutup unauthorized actions.
Perkembangan teknologidi zaman milineal
seperti sekarang memang memiliki banyak sekali manfaat, khususnya pada bidang
pendidikan.Oleh sebab itu, banyak sekali orang yang ingin menguasai dan
memanfaatkan perkembangan teknologi. Namun, tidak bisa dipungkiri pemanfaatan
TIK di dalam sektor pendidikan memiliki beberapa kendala seperti Kurangnya
pengadaan infrastruktur TIK. Hal ini disebabkan sulit dijangkaunya beberapa
daerah tertentu di Indonesia, sehingga penyebarannya tidak merata.
Kemudian masih digunakannya perangkat multimedia bekas di lembaga-lembaga
pendidikan yang terdapat di daerah pedesaan. Hal ini dikarenakan mahalnya biaya
pengadaan dan penggunaan fasilitas TIK. Untuk mengatasi kendala-kendala
tersebut, diperlukan langkah-langkah penyelesaian yang sekaligus berfungsi
sebagai prasyarat keberhasilan penerapan TIK dalam pembelajaran. .Menurut
Mahmud (2008:13) dalam bukunya yang berjudul ICT semua pihak, dalam hal ini
kepala sekolah, guru, dan peserta didik untuk menerapkan pembelajaran dengan
dukungan teknologi komunikasi dan informasi tersebut.
Literasi digital memiliki peranan penting
yang baik bagi generasi bangsa untuk berpartisipasi aktif dalam publik
atau ruang digital. Generasi bangsa yang cerdas dalam memanfaatkan media
teknologi memiliki kesempatan untuk sharing argumen dan berbagi atau bertukar
pengalaman. Agar literasi digital dapat berkembang dengan baik, maka sebaiknya
perlu mendapatkan bekal pemahaman dari pendidikan formal maupun informal agar
dapat menghindari tindakan manipulatif, merugikan orang lain, serta mampu
menghormati hak-hak orang lain.
Lambat laun literasi digital ini menjadi
bekal yang sangat berpengaruh terhadap masa depan generasi bangsa. Jika
mereka sudah memiliki bekal yang positif mengenai IPTEK, tentunya akan lebih
bijak dalam mengakses informasi, memiliki minat untuk berpartisipasi dalam
media atau publik digital, serta memahami pengaruh media atau digital terhadap
berbagai hal yang mereka lakukan. Pemanfaatan literasi digital ini dapat
meningkatkan kreatifitas generasi bangsa untuk menggali potensi melalui menulis
pada laman blog, membuat konten atau video yang menarik, unik dan bermanfaat,
serta membagikan karya seni yang dimiliki oleh individu tersebut.
Dalam
meningkatkan literasi digital ini peranan orang tua, keluarga, dan sekolah
harus secara sistematis memberikan pelajaran khusus, pengetahuan, serta
keterampilan dalam menggunakan digital. Lingkungan keluarga harus memberikan
dukungan dan tetap mengawasi anak-anak dalam penggunaan ditigal agar sesuai
dengan usianya. (Anwar, 2021), menjelaskan bahwa terdapat 3 tips
menggunakan literasi digital agar terhindar dari hoaks, fenomena post-truth
dll, yaitu;
1.
Mengakses informasi dari website/portal berita yang terpercaya atau dari akun
media sosial resmi dan jelas. Hal ini penting untuk dilakukan, karena
akhir-akhir ini banyak bermunculan website/portal berita/akun media sosial
bodong (palsu). Aktivitas ini bertujuan untuk memudarkan suatu kebenaran
informasi dengan memberikan informasi palsu yang provokatif (hoaks).
2
. Membiasakan diri untuk tidak mudah percaya terhadap berita/informasi yang
sumber dan isinya belum jelas. Tidak jarang ada website yang terpecaya tapi
masih memberikan informasi yang keliru, sehingga harus selalu melakukan
pengecekan isi dari informasinya.
3.
Bila menemukan informasi/berita hoaks maka, jangan ragu untuk
memblokir/melaporkannya. Dengan demikian, secara tidak langsung kita telah
membantu memutus rantai penyebaran informasi/berita keliru agar tidak semakin
teredar.
Dengan adanya permasalah dan upaya
penyelesaiannya tersebut diharapkan kita bisa memanfaatkan serta menggunakan
teknologi informasi dengan sebaik-baiknya dan dapat memberikan dampak positif
terhadap masyarakat lain. Dan mengurangi terjadinya penyalahgunaan terhadap
teknologi informasi.
Thanks for reading guys, always be happyyyyy :)))
.jpg)
nice๐
BalasHapusWah... bagus kali informasi kak ji...๐
BalasHapusWah daebakk๐๐๐ผ
BalasHapusSangat bermanfaat kak ji
BalasHapusSemangat Kaka acaaa✨✨
BalasHapusKeren kak jii๐
BalasHapusKeren ๐
BalasHapusInformasi yang sangat bermanfaat